Kalau Geely EX5 bermain di segmen SUV keluarga, Geely EX2 punya misi berbeda: jadi jembatan yang membuat mobil listrik terasa masuk akal buat pembeli yang selama ini terpaku di segmen hatchback bensin seperti Agya, Brio, atau Ayla. Dengan harga OTR yang menyentuh angka Rp200 jutaan, EX2 langsung mengguncang persepsi bahwa EV itu identik dengan harga premium. Berikut review lengkapnya.
Harga: Mulai Rp229,9 Juta untuk Pemesan Awal
Geely resmi mengumumkan harga EX2 pada Januari 2026, dengan banderol reguler Rp255 juta (OTR Jakarta) untuk varian Pro dan Rp285 juta untuk varian Max. Namun yang bikin heboh pasar, Geely memberikan harga spesial untuk 2.000 pemesan pertama hingga 15 Februari 2026: EX2 Pro dibanderol Rp229,9 juta dan EX2 Max Rp259,9 juta.
Per pertengahan 2026, harga Geely EX2 di listing resmi berkisar Rp239,9 juta untuk Pro hingga Rp269,9 juta untuk Max, tergantung wilayah dan promo yang berjalan di masing-masing dealer. Di rentang harga ini, EX2 langsung bersaing head-to-head dengan hatchback bensin populer seperti Toyota Agya, Honda Brio, Daihatsu Sirion, dan Daihatsu Ayla — sebuah langkah agresif untuk menarik pembeli yang tadinya tidak mempertimbangkan mobil listrik sama sekali.
Platform GEA: Fondasi Baru Khusus Mobil Listrik
Salah satu hal yang membedakan Geely EX2 dari sekadar “hatchback yang dikonversi jadi listrik” adalah basis pengembangannya. EX2 dibangun di atas platform GEA (Global Intelligent New Energy Architecture) — arsitektur yang memang dirancang khusus untuk kendaraan listrik dan juga menjadi fondasi jajaran EV terbaru Geely secara global. Pendekatan arsitektur murni EV semacam ini biasanya memberi keuntungan pada efisiensi ruang, distribusi bobot, serta fleksibilitas integrasi teknologi dibanding platform yang awalnya dirancang untuk mesin konvensional lalu diadaptasi jadi EV.
Spesifikasi: Dua Varian, Dua Karakter Berbeda
Yang menarik dari EX2, perbedaan antara varian Pro dan Max bukan cuma soal fitur, tapi juga soal karakter penggunaan:
Geely EX2 Pro mengusung baterai LFP (Lithium Ferro Phosphate) produksi CATL berkapasitas 40,16 kWh, dengan klaim jarak tempuh hingga 410 km berdasarkan pengujian CLTC. Motor listriknya menghasilkan tenaga maksimal 85 kW atau setara 114 dk.
Geely EX2 Max justru menggunakan baterai berkapasitas lebih kecil, 30,12 kWh, dengan jarak tempuh sekitar 310 km (CLTC), dan output tenaga yang sedikit lebih rendah dari Pro. Ini bukan berarti Max “lebih rendah kelasnya” — pendekatannya lebih ke arah kendaraan harian yang mengedepankan efisiensi dan kenyamanan berkendara di perkotaan, sementara Pro diposisikan untuk yang butuh jarak tempuh lebih panjang.
Satu detail teknis yang cukup unik: kedua varian EX2 menggunakan motor listrik yang diposisikan di belakang dengan sistem penggerak roda belakang (Rear-Wheel Drive/RWD) — konfigurasi yang jarang ditemui di segmen hatchback listrik terjangkau, dan biasanya memberi karakter handling yang berbeda dibanding FWD (Front-Wheel Drive) yang lebih umum di kelas ini.
Dari sisi dimensi, EX2 punya panjang 4.135 mm, lebar 1.805 mm, tinggi 1.570 mm, dengan ground clearance 175 mm — cukup lapang untuk ukuran hatchback dan ground clearance yang nyaman untuk kondisi jalan Indonesia yang tidak selalu mulus.
Fitur Keselamatan dan Kenyamanan
Meski berada di segmen harga yang lebih terjangkau dibanding EX5, Geely EX2 tetap dibekali paket keselamatan yang cukup lengkap: Anti-Lock Braking System, Brake Assist, EBD, multiple airbags (driver, passenger, side, dan curtain airbags), Child Safety Locks, Rear Camera, Rear Parking Sensors, Speed Sensing Door Locks, hingga Crash Sensor dan Door Ajar Warning. Dari sisi keamanan tambahan, ada Central Locking, Anti-Theft Alarm, Engine Immobilizer, dan Power Door Locks.
Untuk kenyamanan, EX2 dilengkapi Automatic Climate Control, ventilasi AC untuk baris belakang, Engine Start/Stop Button, dan Central Console Armrest — fitur-fitur yang biasanya jadi pembeda dengan hatchback konvensional di rentang harga serupa.
Kini Dirakit Lokal di Purwakarta
Perkembangan penting sepanjang 2026: EX2 kini resmi dirakit secara lokal di fasilitas PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta, satu pabrik yang sama dengan EX5 dan Geely Starray. Perakitan lokal ini membawa kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) EX2 mencapai 46,5 persen, hasil kerja sama dengan manufaktur lokal untuk pasokan sel baterai.
Dampak konkretnya buat konsumen: permintaan yang tinggi membuat Geely Auto Indonesia menggandakan kapasitas produksi EX2 pertengahan 2026, memangkas waktu tunggu konsumen menjadi sekitar satu bulan untuk varian warna populer. Total wholesales EX2 di Indonesia sudah menembus lebih dari 4.900 unit hingga Mei 2026 — capaian yang mengukuhkan posisinya di dua besar segmen compact EV dengan kontribusi pangsa pasar hampir 20 persen.
Melawan Kompetitor: Bukan Cuma EV, Tapi Juga Hatchback Bensin
Positioning harga Geely EX2 membuatnya punya dua jenis kompetitor sekaligus. Di jajaran EV, ia bersaing dengan opsi seperti DFSK Seres E1. Tapi yang lebih menarik, harga Rp230-270 jutaan juga menempatkan EX2 langsung berhadapan dengan hatchback bensin mapan seperti Toyota Agya, Honda Brio, Daihatsu Sirion, dan Daihatsu Ayla varian tertinggi.
Ini strategi yang cukup berani: alih-alih hanya bersaing di “kolam EV” yang masih relatif kecil, Geely mencoba menarik pembeli dari kolam hatchback bensin yang jauh lebih besar, dengan argumen biaya operasional listrik yang lebih rendah dan pengalaman berkendara yang lebih senyap serta responsif berkat karakter motor listrik.
Kesimpulan: Geely EX2 Cocok untuk Siapa?
Geely EX2 paling masuk akal buat pembeli yang mencari kendaraan harian perkotaan dengan bujet setara hatchback kelas menengah, tapi ingin merasakan pengalaman berkendara listrik tanpa harus merogoh kocek untuk SUV listrik yang lebih mahal seperti EX5. Varian Pro lebih cocok untuk yang butuh jarak tempuh lebih jauh atau sering bepergian antar kota, sementara Max lebih pas untuk penggunaan dalam kota dengan mobilitas harian yang lebih pendek.
Dengan perakitan lokal yang kini sudah berjalan di Purwakarta, waktu tunggu yang makin singkat, dan harga yang kompetitif dibanding hatchback bensin sekalipun, Geely EX2 layak masuk daftar pertimbangan bagi siapa pun yang sedang berencana beralih ke mobil listrik pertama mereka. Seperti biasa, test drive langsung tetap disarankan untuk merasakan karakter RWD yang cukup jarang ditemui di kelas hatchback, sekaligus mengecek kesesuaian jarak tempuh dengan pola penggunaan harian.
Harga dan spesifikasi dalam artikel ini bersifat indikatif per September 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan dealer resmi Geely. Disarankan mengecek harga dan promo mobil geely terbaru langsung ke diler resmi sebelum membeli.



