Artikel Geely

Geely EX2 Mendunia: Dari Mobil Terlaris di China hingga Ekspansi ke Eropa dan Afrika

Geely EX2 (Xingyuan) jadi mobil terlaris di China 2025 dan kini merambah UK, Eropa, hingga Afrika Selatan. Simak kabar terbaru, facelift, dan posisinya di Indonesia.
geely EX2 Promo mobil geely

Kalau selama ini Geely EX2 dikenal di Indonesia sebagai compact EV terjangkau yang laris manis, ternyata cerita suksesnya jauh lebih besar dari itu. Di negara asalnya, mobil yang di China dikenal dengan nama Geely Xingyuan ini bukan cuma laris di kelasnya — ia benar-benar menjadi mobil terlaris nomor satu di seluruh China, mengalahkan semua kompetitor lintas segmen. Dan sekarang, kesuksesan itu mulai merambah ke pasar-pasar baru di berbagai benua. Berikut rangkuman kabar terbaru seputar Geely EX2.

Rekor Mengejutkan: Mobil Terlaris Nomor Satu di China

Pada awal Februari 2026, Geely secara resmi mengumumkan pencapaian luar biasa untuk EX2: sepanjang Januari hingga Desember 2025, model ini terjual sebanyak 465.775 unit di China, sekaligus dinobatkan sebagai mobil terlaris di segmen A/B dunia dan mobil terlaris lintas segmen di seluruh China. Yang lebih mengesankan, EX2 mencatat rekor mencapai 500.000 unit kumulatif pengiriman hanya dalam 14 bulan sejak peluncurannya — pencapaian tercepat di antara seluruh kendaraan listrik murni yang dirilis di China pada periode 2024-2025.

Untuk konteks skala globalnya, Geely EX2 bahkan disebut-sebut sebagai mobil listrik terlaris kedua di dunia, hanya kalah dari Tesla Model Y. Prestasi ini menjadikan EX2 sebagai salah satu model paling strategis dalam lini kendaraan energi baru (NEV) Geely, dan menjadi bukti bahwa strategi compact EV terjangkau milik Geely berhasil menemukan resonansi pasar yang sangat luas — bukan cuma di Indonesia, tapi di seluruh dunia.

Ekspansi Global: Merambah UK, Eropa, hingga Afrika Selatan

Didorong kesuksesan luar biasa di pasar domestik, Geely mulai menggenjot ekspansi Geely EX2 ke berbagai negara baru sepanjang 2026. Di Inggris, EX2 resmi dikonfirmasi akan meluncur sebagai bagian dari ekspansi global Geely, langsung menyasar segmen hatchback listrik kompak untuk bersaing dengan model seperti Ford Puma Gen-E, Renault 4 E-Tech, dan BYD Atto 2.

Di kawasan Eropa yang lebih luas, Geely mencatatkan langkah ekspansi yang terbilang agresif — masuk ke tujuh pasar baru hanya dalam waktu 45 hari, termasuk Jerman, Spanyol, Belanda, dan Prancis. Kerja sama dengan jaringan diler di Portugal, Austria, dan Swiss turut memperluas jangkauan pemasaran EX2 bersama saudara satu platformnya, EX5 dan Starray EM-i, ke lebih dari 20 negara Eropa.

Ekspansi juga merambah ke Afrika Selatan, pasar yang sempat ditinggalkan Geely sekitar satu dekade lalu. Geely kini kembali secara resmi dengan rencana menghadirkan 40 dealer di negara tersebut, dan menargetkan penjualan hingga 13.000 unit pada 2026, meningkat menjadi 15.000 unit di 2027 dan 20.000 unit di 2028. EX2 (dengan nama lokal Geometry E22H atau Geely Star Wish di beberapa pasar) direncanakan masuk sebagai salah satu model andalan dalam gelombang peluncuran tersebut.

Tak ketinggalan, Brasil turut disebut sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat untuk EX2, menegaskan bahwa daya tarik model ini melampaui batasan geografis atau preferensi regional tertentu.

Facelift Terbaru: Jarak Tempuh Tembus 465 Km

Tak berpuas diri dengan pencapaian yang sudah diraih, Geely turut memperkenalkan penyegaran (facelift) untuk Geely EX2 di pasar China pada akhir Mei 2026. Versi facelift ini membawa ubahan desain ringan sekaligus peningkatan jarak tempuh yang cukup signifikan, mencapai hingga 465 km berdasarkan standar pengujian CLTC — meningkat jauh dari versi awal yang sebelumnya berkisar 310-410 km tergantung varian baterai.

Peningkatan jarak tempuh ini penting karena salah satu pertimbangan utama pembeli EV compact adalah kecemasan soal jarak tempuh (range anxiety). Dengan facelift ini, Geely tampaknya berusaha menghilangkan salah satu keraguan terakhir konsumen yang masih ragu beralih dari hatchback bensin ke compact EV.

Bagaimana dengan Indonesia?

Di tengah gempuran ekspansi global ini, Indonesia tetap menjadi salah satu pasar strategis untuk Geely EX2. Berdasarkan laporan kinerja Geely Auto Group semester pertama 2026, penjualan global mencapai 1.422.958 unit dengan ekspor melonjak 158 persen menjadi 474.228 unit — melampaui total ekspor sepanjang 2025 secara penuh. Dalam laporan tersebut, Geely secara eksplisit menyebut EX2 sebagai salah satu andalan penjualan di Indonesia, sejalan dengan capaiannya yang konsisten masuk jajaran mobil listrik terlaris nasional.

Fasilitas perakitan lokal di Purwakarta yang dioperasikan bersama PT Handal Indonesia Motor juga disebut memiliki kapasitas produksi hingga 60 unit per hari untuk mendukung Geely EX2, Geely EX5, dan Geely Starray — angka yang menunjukkan keseriusan Geely menjadikan Indonesia sebagai basis produksi jangka panjang, bukan sekadar pasar distribusi semata.

Menariknya, fasilitas Handal yang sama ini juga menjadi mitra perakitan lokal untuk Chery Automobile — menandakan Purwakarta perlahan berkembang menjadi salah satu titik strategis manufaktur kendaraan listrik asal Tiongkok di Asia Tenggara.

Kenapa Geely EX2 Bisa Sesukses Ini?

Melihat rangkaian pencapaian di atas, ada pola yang cukup jelas mengapa EX2 begitu diterima pasar global. Pertama, positioning harga yang agresif — di banyak negara, EX2 dibanderol setara atau bahkan lebih murah dari hatchback bensin konvensional, menghilangkan hambatan psikologis utama peralihan ke EV. Kedua, platform GEA (Global Intelligent New Energy Architecture) yang dipakai bersama EX5 dan Starray EM-i memungkinkan Geely melakukan skala ekonomi produksi lintas model dan lintas negara dengan lebih efisien.

Ketiga, dan mungkin yang paling penting, EX2 hadir di momen yang tepat — ketika kesadaran dan penerimaan pasar global terhadap mobil listrik compact sedang berada di titik tertinggi, sekaligus ketika merek-merek Tiongkok semakin dipercaya menawarkan kualitas yang sepadan dengan harganya.

Kesimpulan

Kisah Geely EX2 adalah salah satu contoh paling nyata bagaimana sebuah model compact EV bisa melompat dari kesuksesan domestik menjadi fenomena global dalam waktu relatif singkat. Dari titel mobil terlaris nomor satu di China, ekspansi agresif ke Eropa dan Afrika Selatan, hingga facelift yang terus menyempurnakan jarak tempuh — momentum EX2 tampaknya belum akan melambat dalam waktu dekat.

Bagi konsumen di Indonesia, perkembangan global ini sebenarnya membawa kabar baik: semakin besar skala produksi dan penjualan Geely EX2 secara global, semakin kuat pula posisi tawar Geely untuk terus berinvestasi di fasilitas lokal, memperluas jaringan purnajual, dan pada akhirnya menjaga harga tetap kompetitif bagi konsumen dalam negeri.


Data penjualan dan perkembangan produk dalam artikel ini merujuk pada laporan resmi Geely Auto Group serta pemberitaan media otomotif internasional per September 2026, dan dapat berubah seiring perkembangan pasar.

Share:

More Posts

Send Us A Message