Artikel Geely

Mobil Listrik Indonesia 2026: Tren Penjualan, Daftar Terlaris, dan Panduan Beli

Simak perkembangan mobil listrik Indonesia 2026 — tren penjualan yang tembus 101 ribu unit, daftar model terlaris, kebijakan insentif, hingga tips memilih EV pertama.
Mobil Listrik Indonesia Geely

Kalau masih ada yang meragukan seberapa serius pasar mobil listrik Indonesia tumbuh, angka-angka sepanjang 2026 seharusnya cukup menjawab. Dari persaingan merek yang makin ramai, pendatang baru yang tiba-tiba melesat ke posisi puncak, sampai pergeseran preferensi konsumen ke arah kendaraan berbasis baterai — 2026 jadi salah satu tahun paling dinamis dalam sejarah adopsi EV di Tanah Air. Berikut rangkuman lengkapnya.

Penjualan Mobil Listrik Indonesia: Menuju Rekor Baru

Data terbaru menunjukkan gambaran yang cukup mengesankan. Penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026 telah mencapai 101.171 unit, tumbuh sekitar 99,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka ini bahkan sudah hampir menyamai total penjualan sepanjang tahun 2025 secara penuh, yang tercatat sekitar 103.931 unit — artinya pasar EV Indonesia berpeluang besar mencetak rekor tahunan baru sebelum 2026 berakhir.

Tren bulanannya sendiri cukup fluktuatif tapi menunjukkan penguatan di paruh kedua tahun. Januari dibuka dengan 10.261 unit, sempat naik ke 12.313 unit di Februari, terkoreksi ke 10.397 unit di Maret, lalu melonjak mencetak rekor 14.815 unit di April. Setelah sedikit melandai di pertengahan tahun, momentum kembali menguat dengan 12.701 unit di Juni dan 13.972 unit di Juli, sebelum Agustus mencatatkan penjualan bulanan tertinggi sepanjang 2026 sebanyak 17.413 unit — naik sekitar 24,6 persen dibanding bulan sebelumnya.

Kalau dilihat dari perspektif jangka panjang, pertumbuhan ini terasa semakin dramatis. Sejak EV mulai tercatat dalam data penjualan nasional pada 2020, volume BEV melonjak lebih dari 20.000 persen hingga 2026 — dari sekadar ratusan unit menjadi puluhan ribu unit per tahun.

Daftar Mobil Listrik Indonesia yang Terlaris:

Persaingan di jajaran mobil listrik terlaris Indonesia berubah cukup dinamis sepanjang 2026. Berdasarkan data penjualan retail Agustus 2026, berikut posisi 10 besar:

  1. BYD Atto 1 — 5.560 unit, memimpin jauh di depan model lain
  2. Jaecoo J5 — 3.214 unit
  3. Geely EX2 — 1.595 unit
  4. AION V — 563 unit
  5. iCAR V23 — 500 unit
  6. Geely EX5 — 487 unit
  7. Wuling Darion EV — 443 unit
  8. MG S5 EV — 428 unit

Menariknya, secara akumulasi model individual sepanjang tahun, Jaecoo J5 EV sempat menjadi mobil listrik terlaris berkat basis produksi lokal dan tren penjualan yang konsisten naik. Namun kalau dilihat dari total penjualan seluruh lini produk per merek, BYD tetap tak tergoyahkan sebagai merek dengan penjualan mobil listrik terbanyak — gabungan penjualan Atto 1, Atto 3, Dolphin, M6, Seal, Sealion 7, hingga E6 diperkirakan menembus lebih dari 26.500 unit sepanjang Januari-Juli 2026.

Yang patut dicatat, Geely menjadi salah satu merek yang konsisten menempatkan dua model sekaligus di jajaran 10 besar (EX2 dan EX5) — sinyal bahwa strategi lineup bertingkat Geely, dari hatchback terjangkau hingga SUV premium, berhasil menangkap segmen pasar yang berbeda secara bersamaan.

Kebijakan Insentif: Faktor yang Terus Bergerak

Salah satu pendorong utama pertumbuhan pasar EV Indonesia sejak 2023 adalah insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Lewat kebijakan ini, PPN yang normalnya 11 persen dipangkas menjadi hanya 1 persen untuk mobil listrik yang memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen dan harga OTR tidak melebihi Rp600 juta.

Kebijakan ini terus diperpanjang dari tahun ke tahun sejak pertama diberlakukan lewat PMK 38/2023, dilanjutkan PMK 8/2024, hingga PMK 12/2025. Namun perlu dicatat, ada indikasi dari sejumlah sumber bahwa skema insentif ini mengalami penyesuaian di 2026, sehingga detail dan status terkininya bisa berbeda tergantung waktu pembacaan artikel ini. Karena kebijakan pajak kendaraan listrik cenderung dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu, calon pembeli sangat disarankan mengecek status insentif terbaru langsung ke dealer resmi atau situs resmi Direktorat Jenderal Pajak sebelum melakukan pembelian.

Satu hal yang pasti: syarat TKDN dan perakitan lokal jadi variabel penting yang memengaruhi harga jual akhir sebuah mobil listrik di Indonesia — inilah salah satu alasan mengapa merek-merek EV asal Tiongkok berlomba-lomba membangun fasilitas produksi lokal, termasuk Geely dengan pabriknya di Purwakarta.

Dominasi Merek Asal Tiongkok

Kalau melihat komposisi daftar mobil listrik terlaris, pola yang paling mencolok adalah dominasi merek asal Tiongkok. Dari BYD, Jaecoo, Geely, AION, iCAR, Wuling, sampai MG — hampir seluruh jajaran 10 besar diisi merek Tiongkok, dengan hanya sedikit variasi dari merek non-Tiongkok seperti Hyundai yang bermain di segmen serupa.

Fenomena ini didorong beberapa faktor: harga yang lebih kompetitif berkat skala produksi dan rantai pasokan baterai yang matang, kecepatan merek-merek Tiongkok merilis model baru dengan spesifikasi yang terus diperbarui, serta strategi agresif membangun fasilitas produksi lokal di Indonesia yang mempercepat pemenuhan syarat TKDN untuk insentif pajak.

Tren Spesifikasi: Jarak Tempuh Makin Panjang, Harga Makin Kompetitif

Selain soal harga, tren jarak tempuh mobil listrik di Indonesia juga terus membaik. Kalau beberapa tahun lalu jarak tempuh 300-400 km sudah dianggap kompetitif untuk kebutuhan komuter harian, model-model terbaru di 2026 mulai menawarkan jarak tempuh 500-700 km dalam sekali pengisian — mendekati kenyamanan mobil bensin konvensional dari sisi “bebas cemas” jarak tempuh.

Dari sisi harga, opsi mobil listrik kini merentang cukup lebar, mulai dari kisaran Rp200 jutaan untuk model compact EV entry-level, hingga ratusan juta untuk SUV listrik premium dengan fitur lengkap. Semakin lebarnya rentang harga ini membuat mobil listrik tidak lagi eksklusif untuk kalangan menengah-atas saja, melainkan mulai menyentuh segmen pembeli mobil baru pertama kali.

Sorotan: Lineup Geely di Tengah Persaingan EV Indonesia

Salah satu merek yang layak mendapat perhatian khusus dalam persaingan ini adalah Geely. Berbeda dari kebanyakan merek yang hanya mengandalkan satu atau dua model, Geely membangun lineup elektrifikasi yang cukup lengkap — mulai dari hatchback listrik terjangkau, SUV listrik premium, hingga opsi plug-in hybrid untuk yang belum siap sepenuhnya beralih ke EV murni.

Berikut beberapa artikel yang membahas lineup Geely secara lebih mendalam:

Panduan Singkat Memilih Mobil Listrik Pertama

Buat yang baru pertama kali mempertimbangkan mobil listrik, beberapa hal berikut layak jadi bahan pertimbangan:

Kenali pola mobilitas harian. Kalau penggunaan sehari-hari didominasi perjalanan dalam kota dengan jarak tempuh di bawah 100 km, mobil listrik dengan kapasitas baterai lebih kecil (dan harga lebih terjangkau) sudah lebih dari cukup. Kalau sering bepergian antar kota, pertimbangkan model dengan jarak tempuh 400 km ke atas atau opsi hybrid/PHEV sebagai jalan tengah.

Cek ketersediaan infrastruktur pengisian daya. Pastikan ada akses ke SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) atau opsi pengisian di rumah, terutama kalau tinggal di apartemen atau hunian tanpa garasi pribadi.

Perhatikan status produksi dan TKDN. Model yang sudah dirakit lokal dengan TKDN memenuhi syarat biasanya menawarkan harga lebih kompetitif berkat insentif pajak, sekaligus dukungan purnajual dan ketersediaan suku cadang yang lebih terjamin dibanding model impor CBU.

Bandingkan total biaya kepemilikan, bukan cuma harga beli. Mobil listrik umumnya punya biaya “bahan bakar” (listrik) dan perawatan rutin yang lebih rendah dibanding mobil bensin, meski harga beli awalnya bisa lebih tinggi. Hitung proyeksi penghematan jangka panjang sesuai pola pemakaian sebelum memutuskan.

Kesimpulan

Pasar mobil listrik Indonesia di 2026 menunjukkan kematangan yang semakin terlihat — bukan lagi sekadar tren jangka pendek, melainkan pergeseran nyata dalam preferensi konsumen yang didukung pertumbuhan infrastruktur, persaingan merek yang makin sehat, dan pilihan model yang semakin beragam di berbagai rentang harga. Dengan proyeksi rekor penjualan baru di akhir tahun, arah pasar EV Indonesia tampaknya akan terus menguat memasuki tahun-tahun berikutnya.

Bagi yang sedang mempertimbangkan mobil listrik pertama, momen ini justru cukup ideal: pilihan model semakin banyak, harga semakin kompetitif, dan ekosistem pendukung seperti jaringan pengisian daya serta layanan purnajual terus berkembang mengikuti permintaan pasar yang terus tumbuh.


Data penjualan dan kebijakan dalam artikel ini bersifat indikatif per September 2026 dan merujuk pada data Gaikindo serta pemberitaan media otomotif nasional. Kebijakan pajak dan insentif kendaraan listrik dapat berubah sewaktu-waktu; disarankan mengecek informasi terbaru dari sumber resmi pemerintah atau dealer sebelum membeli.

Share:

More Posts

Send Us A Message